Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Marcos Reina Puji Razzi Taruna, Jadi Andalan Baru Persik

8
×

Marcos Reina Puji Razzi Taruna, Jadi Andalan Baru Persik

Sebarkan artikel ini
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina (kanan) bersama owner klub, Arthur Irawan (kiri).

Kehadiran Razzi Taruna sebagai Direktur Olahraga Persik Kediri mendapat sambutan positif dari pelatih Marcos Reina. Juru taktik asal Spanyol itu bahkan mengaku antusias bisa bekerja sama dengan mantan manajer PSIM Yogyakarta tersebut.

Bagi Marcos, keberadaan direktur olahraga memberikan tambahan kekuatan bagi Persik dalam membangun tim untuk menghadapi Super League 2026/2027. Ia menilai Razzi memiliki kemampuan dalam membaca kualitas pemain sekaligus memahami karakter seorang pelatih.

“Dia punya penilaian yang bagus terhadap pemain, terhadap pelatih,” ujar Marcos.

Marcos mengungkapkan, dirinya memiliki hubungan kerja yang cukup dekat dengan Razzi, terutama dalam proses pembentukan tim. Karena itu, kehadiran Razzi dinilai bisa membantu Persik menentukan komposisi skuad yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim.

Apresiasi tersebut menjadi menarik karena Razzi bukan sosok baru dalam urusan membangun skuad. Saat masih bersama PSIM Yogyakarta, ia ikut berperan dalam perjalanan Laskar Mataram hingga menjuarai Liga 2 2024/2025 dan promosi ke kasta tertinggi.

Kini, pengalaman Razzi tersebut akan digunakan untuk membantu Persik melakukan pembenahan. Marcos berharap komunikasi antara pelatih, direktur olahraga dan manajemen bisa menghasilkan tim yang lebih kompetitif.

“Bagi seorang pelatih itu penting,” kata Marcos ketika menyinggung pentingnya kesamaan visi dalam bekerja.

Marcos sendiri memilih bertahan di Persik karena melihat adanya kesamaan visi dengan pemilik klub, Arthur Daniel Irawan. Kehadiran Razzi semakin membuatnya optimistis dengan proyek Macan Putih musim depan.

Pelatih berusia 41 tahun itu mengakui hasil Persik pada musim lalu belum sesuai harapan. Dari 21 pertandingan yang ditanganinya, Persik hanya meraih tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang. Sebanyak 11 laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Persik juga kebobolan 34 gol dan hanya mampu mencetak 23 gol.

Namun, Marcos menilai situasi tersebut tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran. Pergantian pelatih di tengah musim dan sejumlah persoalan dalam skuad membuat proses membangun tim tidak berjalan mudah.

Kini, dengan komposisi pemain baru, pemain yang dipertahankan, serta Razzi Taruna di posisi direktur olahraga, Marcos berharap Persik bisa menunjukkan wajah berbeda.

“Kami akan menjadi tim yang bermain bagus, tentunya dengan hasil yang bagus juga. Saya sangat antusias dengan musim baru nanti,” tegasnya.

Bagi Marcos, Razzi bukan sekadar pejabat baru di manajemen. Ia bisa menjadi partner penting dalam membentuk Persik yang lebih kuat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *