Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Moussa Bagayoko Ungkap Kunci Cepat Beradaptasi di PSS Sleman

3
×

Moussa Bagayoko Ungkap Kunci Cepat Beradaptasi di PSS Sleman

Sebarkan artikel ini
Pemain asing PSS Sleman, Moussa Bagayoko.

Berstatus sebagai pemain yang baru pertama kali berkarier di Indonesia, Moussa Bagayoko tidak ingin proses adaptasi menjadi hambatan dalam perjalanan barunya bersama PSS Sleman.

Gelandang bertahan asal Mali tersebut justru memilih menikmati setiap proses yang dijalaninya di Bumi Sembada. Bagayoko perlahan membiasakan diri dengan lingkungan baru, mengenal rekan setim, sekaligus memahami karakter permainan yang diterapkan Super Elja.

Menurut Bagayoko, salah satu kunci dirinya bisa cepat beradaptasi adalah keterbukaan terhadap lingkungan baru. Ia tidak membutuhkan waktu lama untuk merasa nyaman ketika berada di tengah skuad PSS.

“Ya, ini adalah pengalaman pertama saya bermain di Indonesia. Saya senang berada di sini. Saya menikmati pengalaman baru ini dan merasa nyaman dengan lingkungan serta suasana di sini,” ujar Bagayoko setelah latihan di Lapangan Pakembinangun, Selasa (18/8/2026).

Sudah sekitar empat pekan menjalani pramusim, Bagayoko memanfaatkan setiap sesi latihan untuk semakin mengenal karakter rekan-rekannya. Bagi pemain asal Mali tersebut, membangun komunikasi dan kedekatan dengan pemain lain menjadi bagian penting dari proses adaptasi.

Menariknya, Bagayoko tidak menjadikan perbedaan bahasa dan budaya sebagai persoalan besar. Ia melihat sepak bola sebagai bahasa yang bisa mempertemukan pemain dari latar belakang berbeda.

“Alhamdulillah, saya menjalani proses adaptasi baik-baik saja. Saya termasuk orang yang cukup cepat beradaptasi. Sejauh ini, saya merasa proses adaptasi dengan tim berjalan sangat baik, dan bisa dengan cepat menyatu dengan rekan-rekan di dalam tim,” katanya.

Bagayoko juga merasa terbantu dengan sambutan dari para pemain PSS. Kedekatan yang terbangun di dalam tim membuatnya tidak merasa seperti orang asing meski ribuan kilometer memisahkannya dari negara asal.

Ia bahkan menyebut rekan-rekan setimnya bukan sekadar partner di lapangan. Hubungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses adaptasinya berjalan lebih cepat.

“Saya suka mereka semua. Mereka adalah temanku satu tim,” tegasnya.

Selain membangun hubungan dengan pemain, Bagayoko terus berusaha memahami tuntutan permainan PSS. Empat pekan pramusim menjadi kesempatan baginya untuk mengenali sistem tim sekaligus menyesuaikan kondisi fisik dengan kebutuhan kompetisi Indonesia.

Bagi Bagayoko, proses adaptasi bukan sesuatu yang harus dipaksakan selesai dalam waktu singkat. Ia memilih menjalaninya secara bertahap sambil menikmati pengalaman pertamanya merumput di Indonesia.

Kini, kemampuan Bagayoko dalam beradaptasi menjadi modal penting sebelum Super League 2026/2027 bergulir. Semakin cepat menyatu dengan tim, semakin besar pula peluangnya memberikan kontribusi maksimal untuk PSS Sleman.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *