Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Pemkot Jogja dan Pemkab Sleman Kompak Ingin Derby DIJ PSIM vs PSS Tetap Digelar di Jogjakarta

7
×

Pemkot Jogja dan Pemkab Sleman Kompak Ingin Derby DIJ PSIM vs PSS Tetap Digelar di Jogjakarta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Derby DIJ. (AI)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman sepakat mendorong agar Derby DIJ antara PSIM Jogja dan PSS Sleman pada musim 2026/2027 tetap digelar di Jogjakarta.

Koordinasi dengan jajaran kepolisian terus dilakukan untuk mencari formula pengamanan yang memungkinkan pertandingan dua rival tersebut berlangsung di wilayah DIJ tanpa harus dipindahkan ke luar daerah.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, komunikasi lintas wilayah menjadi salah satu kunci agar Derby DIJ bisa terselenggara dengan aman dan nyaman.

“Harapan saya ada kesepakatan yang baik antara kami yang ada di Jogja dengan di Sleman,” tegas Hasto, Minggu (16/8).

Menurutnya, apabila pertandingan harus digelar di luar DIJ, kondisi tersebut justru berpotensi memberikan dampak kurang ideal bagi kedua klub. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian dinilai penting untuk mencari solusi terbaik.

“Kalau sampai harus keluar daerah kan sayang,” lontarnya.

Tak hanya berharap pertandingan tetap digelar di Jogjakarta, Hasto juga menginginkan Derby DIJ bisa disaksikan langsung oleh suporter.

“Kenapa sih tidak, kan kami satu keluarga. Ya mudah-mudahanlah, mohon doanya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Bupati Sleman Harda Kiswaya. Dia mengatakan Pemkab Sleman bersama Pemkot Jogja saat ini masih melakukan lobi dan komunikasi dengan pihak kepolisian terkait penyelenggaraan Derby DIJ.

Harda berharap pertandingan tersebut nantinya dapat berlangsung dengan dukungan suporter kedua tim.

Apalagi, menurutnya, Pemprov DIJ terus mendorong terciptanya kerukunan di tengah masyarakat Jogjakarta. Pesan tersebut juga diharapkan bisa diterapkan oleh suporter PSIM maupun PSS ketika kedua tim bertemu.

“Nah, ini mudah-mudahan dipahami oleh semuanya, fans PSIM maupun PSS. Sehingga mudah-mudahan bisa melupakan masa lalu lah, yang bikin kami terus teringat rivalitas yang enggak baik. Mudah-mudahan nanti sportifitas yang kami kedepankan,” ujarnya.

Keinginan dua pemerintah daerah tersebut menjadi sinyal bahwa Derby DIJ diharapkan tidak perlu ‘mengungsi’ ke luar Jogjakarta. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil koordinasi dan pertimbangan keamanan dari pihak kepolisian.

Pertemuan PSIM Jogja dan PSS Sleman sendiri menjadi salah satu laga yang paling dinanti pada musim 2026/2027. Rivalitas panjang kedua klub membuat aspek keamanan dan pengelolaan suporter menjadi perhatian utama sebelum pertandingan digelar.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *