PSS Sleman terus menggeber persiapan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Setelah menjalani dua laga uji tanding, Super Elang Jawa kembali mengagendakan pertandingan pramusim dengan menghadapi sesama kontestan Super League, PSM Makassar.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis (20/8) sore. Namun, pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan laga kali ini digelar secara tertutup. Ia pun memilih merahasiakan lokasi pertandingan.
“Jadwalnya besok (Kamis), melawan tim dari Liga 1. Kalau diberi tahu (tempatnya), nanti kalian malah memanjat pohon untuk menontonnya,” ujar Huistra seusai memimpin latihan PSS di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (19/8).
Uji Fisik Jadi Fokus
Bagi Huistra, pertandingan melawan PSM bukan sekadar mencari hasil. Laga tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan kondisi fisik para pemain setelah menjalani rangkaian latihan pramusim.
Kebugaran menjadi pekerjaan rumah utama PSS. Dengan kompetisi semakin dekat, Huistra ingin para pemainnya mampu mempertahankan intensitas permainan hingga pertandingan berjalan 90 menit.
“Selalu ada hal yang harus ditingkatkan. Pertama-tama adalah kebugaran. Kami masih punya waktu dua minggu untuk bekerja keras di sektor kebugaran agar para pemain sanggup bermain penuh selama 90 menit,” kata pelatih asal Belanda tersebut.
Huistra menyebut kondisi fisik skuad PSS saat ini belum mencapai level ideal. Rata-rata pemain baru mampu mempertahankan performa dalam kisaran 60 menit pertandingan.
Karena itu, peningkatan beban latihan dilakukan secara bertahap. Tim pelatih berusaha membawa kemampuan fisik pemain dari 60 menit menuju 70, 80, hingga akhirnya mampu bermain penuh selama 90 menit.
“Seiring berkembangnya permainan dan sesi latihan yang semakin panjang, kami mencoba meningkatkannya secara bertahap ke 70, 80, hingga 90 menit,” jelasnya.
Bidik Kondisi Ideal Kontra Bali
Ujian fisik tersebut menjadi semakin penting karena PSS tidak memiliki banyak waktu sebelum kompetisi resmi dimulai. Pada laga pembuka Super League 2026/2027, Laskar Sembada akan menghadapi Bali United.
Huistra ingin kondisi fisik anak asuhnya sudah berada di level terbaik ketika pertandingan pertama tiba. Bukan hanya mampu bermain selama 90 menit, tetapi juga sanggup mempertahankan intensitas hingga masa tambahan waktu.
“Ketika nanti bertanding melawan Bali (di laga pembuka), para pemain harus siap bermain 90 hingga 95 menit,” tegas Huistra.
Dengan demikian, laga tertutup kontra PSM menjadi bagian penting dari proses pematangan PSS. Hasil akhir bukan menjadi prioritas utama. Peningkatan kebugaran, daya tahan, serta kesiapan pemain menghadapi tuntutan pertandingan penuh menjadi target utama Super Elja.














