Manajemen PSIM Jogja mengalokasikan bujet khusus bernilai miliaran rupiah untuk membenahi infrastruktur stadion jelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027.
Dana tersebut difokuskan untuk memenuhi standar kompetisi, terutama penyediaan lampu stadion berstandar siaran televisi (broadcast) dan pemasangan kursi tunggal (single seat).
Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno mengatakan, pembentukan pos anggaran khusus menjadi langkah yang harus diambil agar pemenuhan regulasi kompetisi tidak mengganggu operasional klub maupun kebutuhan tim.
“Kalau bisa saya beri yang terbaik bagi PSIM, pasti saya beri. Kendala yang ada berusaha saya selesaikan. Setelah di Liga 1 ini, kendalanya salah satunya lampu untuk kepentingan broadcast. Infrastruktur, di mana harus ada single seat juga,” ujar Liana, Senin (3/8).
Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk peningkatan fasilitas stadion sangat besar.
Namun, manajemen tetap berkomitmen memenuhi seluruh persyaratan demi mendukung eksistensi PSIM di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Kalau tidak kita buat budget tersendiri, maka akan berat juga. Budgetnya besar, kita sudah keluar miliaran, miliaran yang lumayan. Tapi memang kembali lagi, ini betul-betul kontribusi yang kami beri ke masyarakat DIJ,” katanya.














