PSIM Jogja langsung mendapat ujian serius pada pekan pertama Super League 2026/2027. Laskar Mataram akan menghadapi Persita Tangerang, tim yang baru saja menambah kekuatan dengan mendatangkan gelandang berpengalaman asal Spanyol, Tyronne del Pino.
Kehadiran Tyronne membuat Persita bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Pemain berusia 35 tahun tersebut direkrut dengan status bebas transfer setelah musim lalu memperkuat Malut United.
Tyronne juga datang dengan modal performa yang cukup mengesankan. Bersama Malut United pada musim 2025/2026, ia mencatatkan 10 gol dan 12 assist dari 32 pertandingan.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Tyronne bukan sekadar gelandang pengatur permainan. Ia juga memiliki kemampuan menciptakan peluang sekaligus memberikan kontribusi langsung melalui gol dan assist.
Bagi PSIM, keberadaan Tyronne menjadi salah satu ancaman yang harus diantisipasi sejak awal. Apalagi pengalaman pemain asal Las Palmas tersebut di sepak bola Indonesia sudah cukup panjang.
Tyronne sebelumnya pernah memperkuat Persib Bandung dan menjadi bagian dari tim yang meraih gelar Liga 1 2024/2025. Performanya ketika itu bahkan membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Setelah meninggalkan Persib, Tyronne memperkuat Malut United dan kembali menunjukkan produktivitasnya. Kini, pengalaman tersebut dibawa ke Persita yang tengah mempersiapkan diri menghadapi musim baru.
Persita bahkan telah memiliki 10 pemain asing dalam komposisi skuadnya untuk Super League 2026/2027. Tyronne menjadi tambahan penting untuk memperkuat sektor tengah sekaligus menambah kreativitas permainan Pendekar Cisadane.
Kondisi tersebut membuat laga perdana PSIM tidak sekadar menjadi pertandingan pembuka musim. Duel ini juga menjadi ujian awal bagi proyek Jean Paul van Gastel bersama Laskar Mataram.
PSIM sendiri tengah membangun skuad dengan komposisi pemain lokal dan asing untuk menghadapi persaingan Super League. Kematangan organisasi permainan akan langsung diuji ketika berhadapan dengan Persita.
Tyronne tentu bukan satu-satunya pemain yang harus diwaspadai. Namun, kemampuan gelandang veteran tersebut dalam membaca permainan, menciptakan peluang, dan memberikan umpan akhir bisa menjadi salah satu kunci permainan Persita.
Menariknya, Tyronne dijadwalkan segera bergabung dengan Persita dalam pemusatan latihan di Yogyakarta. Artinya, persiapan Persita menuju duel perdana kontra PSIM berlangsung di wilayah yang sama dengan Laskar Mataram.
PSIM tak punya banyak waktu untuk pemanasan. Persita datang membawa pengalaman, produktivitas, dan Tyronne del Pino sebagai salah satu senjatanya.
Laga perdana Super League pun berpotensi menjadi panggung pertama bagi PSIM untuk membuktikan apakah mereka benar-benar siap bersaing di level tertinggi.














