PSIM Jogja bakal masuk periode jeda kompetisi usai lakoni pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 lawan Madura United, Jumat (18/9). Laskar Mataram baru balik tanding lagi di pekan keempat lawan Persija Jakarta, 10 Oktober mendatang.
Rentang jeda ini barengan sama agenda FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar akhir September sampai awal Oktober. Timnas Indonesia dijadwalkan lawan Singapura 25 September, Malaysia 28 September, dan Bangladesh 1 Oktober.
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, ngaku belum bisa nyimpulin apakah jeda ini jadi untung atau malah tantangan buat timnya.
Dampak jeda susah ditebak, tergantung situasi dan hasil sebelum kompetisi berhenti.
“Sulit memprediksi apa dampaknya bagi tim. Jika sedang dalam tren kemenangan, mungkin jeda bisa dianggap sebagai kerugian. Sebaliknya, jika sedang dalam tren kekalahan, jeda bisa dianggap sebagai keuntungan,” ujar Van Gastel, Jumat (18/9).
Meski begitu, pelatih asal Belanda itu liat jeda sebagai kesempatan buat pemain pulihin kondisi. Bukan cuma fisik, tapi juga mental abis rangkaian pertandingan.
Selama jeda nanti, staf pelatih tetep lanjut kerja meski pemain dapat jatah istirahat.”Saya pikir kami bisa memanfaatkan jeda singkat ini agar para pemain beristirahat secara fisik dan mental. Sementara itu, staf tetap melanjutkan pekerjaan,” jelasnya.
Jeda ini bertepatan sama FIFA break dan FIFA ASEAN Cup 2026. Tapi Van Gastel gak nyebut spesifik apakah agenda Timnas bakal ngaruh ke komposisi atau program latihan PSIM.
Sebelum libur, PSIM fokus dulu ke Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. Abis itu baru mikir Persija di 10 Oktober.”Saya pikir situasi jeda kompetisi seperti ini juga suatu hal yang normal terjadi di negara manapun,” paparnya.
Fokus sekarang satu, tutup sebelum jeda dengan hasil bagus di Pamekasan.
















