Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

PSS Gelar Uji Coba Tertutup, Huistra Siapkan Simulasi Super League

8
×

PSS Gelar Uji Coba Tertutup, Huistra Siapkan Simulasi Super League

Sebarkan artikel ini
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra saat memimpin tim dalam laga melawan Kendal Tornado FC. (PSS)

MAINBOLA – PSS Sleman terus menggeber persiapan menuju Super League 2026/2027. Akhir pekan ini, skuad Super Elja dijadwalkan kembali menjalani uji coba dengan menghadapi sesama kontestan kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Namun, pertandingan tersebut tidak akan digelar seperti laga uji coba pada umumnya. Duel berlangsung tertutup tanpa kehadiran penonton maupun awak media.

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menyebut pertandingan tersebut lebih tepat disebut sebagai latihan bersama dengan intensitas tinggi. Karena itu, hasil akhir bukan menjadi fokus utama tim pelatih.

“Pekan ini kami akan ada pertandingan indoor. Ini hanya pertandingan latihan, jadi kami lihat saja bagaimana jalannya nanti,” ujar Huistra seusai memimpin latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (12/8).

Huistra juga masih merahasiakan identitas lawan. Yang pasti, tim tersebut merupakan salah satu peserta Super League musim 2026/2027.

“Melawan tim lain dari Super League, tapi digelar tertutup. Saya tidak bisa menyebutkan namanya, ada banyak tim di sini,” katanya.

Menariknya, pertandingan tidak akan menggunakan format 90 menit seperti laga resmi. Huistra justru menyiapkan skenario khusus agar seluruh pemain mendapatkan kesempatan bermain secara proporsional.

Skuad PSS nantinya dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok diproyeksikan bermain sekitar 50 hingga 60 menit.

Format tersebut sekaligus memberi keleluasaan bagi Huistra untuk memantau kondisi fisik pemain secara lebih detail. Laga juga dapat dihentikan sewaktu-waktu apabila tim pelatih membutuhkan waktu untuk memberikan instruksi, melakukan evaluasi singkat, atau memberi kesempatan pemain beristirahat dan mendapatkan asupan nutrisi.

“Sisi positif dari pertandingan informal seperti ini adalah kami tidak terikat aturan resmi. Kami bisa menghentikan laga kapan saja untuk memberi istirahat ekstra atau sekadar minum,” jelas Huistra.

Menurutnya, pertandingan tersebut menjadi bagian penting dari proses pematangan tim. Performa dan kondisi fisik pemain menjadi dua indikator utama yang ingin dilihat tim pelatih, sekaligus menjadi bahan evaluasi sebelum kompetisi resmi dimulai.

“Fokus utama kami adalah melihat perkembangan performa dan kondisi fisik pemain,” tegasnya.

Uji coba ini menjadi lanjutan proses evaluasi Huistra setelah PSS mengalahkan Kendal Tornado FC dengan skor 1-0 pada laga uji coba sekaligus launching tim di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (8/8).

Kemenangan tersebut memang menjadi modal positif. Namun, Huistra sebelumnya menegaskan masih menemukan sejumlah kesalahan teknis dan taktikal yang harus segera diperbaiki.

Karena itu, duel tertutup menghadapi sesama tim Super League menjadi kesempatan bagi PSS untuk menguji perkembangan taktikal sekaligus melihat sejauh mana pemain mampu menerapkan instruksi dalam situasi pertandingan dengan intensitas lebih tinggi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *