Panitia Piala Presiden 2026 akhirnya memastikan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, sebagai lokasi semifinal yang akan digelar pada Selasa (4/8). Keputusan ini bukan tanpa alasan. Faktor netralitas menjadi pertimbangan utama agar dua pertandingan penuh gengsi dapat berlangsung lebih aman dan kondusif.
Empat tim besar akan memperebutkan tiket final. Persib Bandung ditantang rival abadinya, Persija Jakarta, sementara Persebaya Surabaya menghadapi sesama wakil Jawa Timur, Arema FC.
Pemilihan Bali dinilai sebagai jalan tengah terbaik dibanding menggelar pertandingan di kandang salah satu peserta. Dengan atmosfer yang lebih netral, panitia berharap seluruh tim dapat bertanding dengan fokus penuh, sedangkan suporter bisa menikmati laga tanpa ketegangan berlebihan.
Laga Persib kontra Persija dipastikan menjadi magnet utama semifinal. Duel dua tim dengan rivalitas panjang itu selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan. Karena itu, venue netral dianggap mampu meminimalkan potensi gesekan sekaligus menjaga pertandingan tetap berjalan dalam semangat sportivitas.
Tak kalah menarik, semifinal lainnya juga menyajikan duel klasik Jawa Timur antara Persebaya Surabaya dan Arema FC. Pertemuan kedua tim selalu berlangsung keras dan emosional, sehingga faktor keamanan juga menjadi perhatian penting panitia.
Dari sisi performa, Persib datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih tiga laga fase grup. Tim asuhan Igor Tolić tampil impresif dengan sembilan poin sempurna dan belum sekalipun kebobolan.
Persija melangkah ke semifinal setelah menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan atas PSMS. Macan Kemayoran kini bertekad memutus dominasi Persib sekaligus mengamankan tiket menuju partai puncak.
Sementara itu, Persebaya juga tampil sempurna sepanjang penyisihan. Green Force keluar sebagai juara Grup B dengan koleksi sembilan poin dari tiga pertandingan, sedangkan Arema FC memastikan tempat di semifinal berkat performa konsisten yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen.
Dengan lokasi pertandingan yang sudah dipastikan, keempat tim kini memasuki tahap akhir persiapan. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi pemain sekaligus mematangkan strategi menghadapi duel hidup-mati.
Semifinal di Bali bukan hanya menjadi pertarungan memperebutkan tiket final, tetapi juga ujian apakah rivalitas besar sepak bola Indonesia dapat tersaji dalam atmosfer yang aman, sportif, dan tetap menghibur jutaan pencinta sepak bola nasional.














