Mimpi PSS Sleman memiliki training ground sendiri belum sepenuhnya menjadi kenyataan. Proyek yang digadang-gadang menjadi penopang profesionalisme Super Elang Jawa itu masih tertahan di meja perizinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.
Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada, Yoni Arseto, memastikan manajemen sebenarnya telah menuntaskan seluruh persyaratan administrasi. Kini, PSS hanya tinggal menunggu terbitnya izin resmi sebelum alat berat mulai bekerja di lokasi pembangunan.
“Ya di sini kami tinggal menunggu perizinan saja dari Pemkab Sleman,” ujar Yoni, Selasa (4/8).
Menurutnya, manajemen sengaja tidak ingin terburu-buru memulai pembangunan tanpa mengantongi izin lengkap. Seluruh proses akan dijalankan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Yoni menegaskan, begitu izin diterbitkan, pembangunan training ground akan langsung dikerjakan. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat latihan permanen PSS untuk menunjang persiapan tim menghadapi kompetisi sekaligus meningkatkan profesionalisme klub.
“Sudah mengajukan (perizinan). Ya di sini tinggal menunggu saja. Kalau izin semua sudah oke, baru kami laksanakan,” tegasnya.
Keberadaan training ground memang menjadi salah satu proyek yang paling dinantikan PSS Fans. Selain memberikan tempat latihan yang lebih representatif, fasilitas itu juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan pemain dan menjadi aset jangka panjang bagi klub.
Kini, bola berada di tangan Pemkab Sleman. Selama izin belum terbit, pembangunan training ground PSS masih harus menunggu.














