Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Van Gastel Belum Tentukan 11 Utama PSIM

9
×

Van Gastel Belum Tentukan 11 Utama PSIM

Sebarkan artikel ini
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel.

Komposisi starting XI PSIM Jogja masih panas. Pelatih Jean-Paul van Gastel belum mau menunjuk 11 pemain yang bakal menjadi pilihan utama Laskar Mataram untuk mengarungi BRI Super League 2026/2027.

Menariknya, persaingan belum ditutup. Semua pemain masih punya kesempatan mencuri perhatian Van Gastel pada sisa masa pramusim.

Pelatih asal Belanda itu memang sengaja belum menentukan komposisi terbaik. Setiap pemain diberi kesempatan tampil agar dirinya bisa melihat bukan hanya kemampuan individu, tetapi juga kecocokan antarpemain dalam sistem yang disiapkan.

“Saya harus melihat mereka semua dan memberi kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan,” kata Van Gastel, Selasa (11/8).

Bagi Van Gastel, memilih starting XI tidak cukup hanya berdasarkan nama besar atau performa sesaat. Ia ingin menemukan pemain yang benar-benar nyambung dengan gaya bermain PSIM.

Terlebih, skuad PSIM musim ini mengalami sejumlah perubahan. Pemain-pemain baru masih membutuhkan waktu untuk memahami sistem sekaligus membangun chemistry dengan rekan setim.

“Yang jelas, saya ingin melihat cara bermain yang kami inginkan, tapi juga hubungan antarpemain. Siapa yang benar-benar cocok dengan cara bermain kami,” ujarnya.

Karena itu, Van Gastel memilih tidak terburu-buru mengetuk pintu 11 pemain utama.

Menurutnya, pramusim adalah periode untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi sebelum keputusan final dibuat.

“Kemudian dari proses ini saya bisa membuat keputusan yang jujur mengenai siapa yang akan menjadi 11 pemain utama,” tegasnya.

Ujian Mulai Naik Level

PSIM juga mulai menaikkan level lawan dalam pertandingan uji coba. Setelah sebelumnya menghadapi lawan yang dinilai belum terlalu berat, Laskar Mataram akan menghadapi ujian yang lebih serius.

Laga tersebut menjadi kesempatan Van Gastel melihat sejauh mana kesiapan tim, terutama dari sisi fisik.

“Sejauh ini lawan yang kami hadapi tidak terlalu sulit. Jadi, pertandingan berikutnya akan menjadi ujian pertama bagi saya untuk melihat di mana posisi kami, terutama secara fisik,” ungkapnya.

Namun, jangan salah. Van Gastel tidak sedang mengejar kemenangan sebanyak-banyaknya di pramusim.

Bagi dia, skor pertandingan hanya bonus. Yang lebih penting adalah melihat apakah para pemain sudah memahami cara bermain, memiliki chemistry, serta mampu menjalankan tugas masing-masing dalam sistem tim.

“Bagi saya, pramusim tidak terlalu penting jika lihat hasilnya. Yang lebih penting adalah chemistry antarpemain, kondisi fisik, cara kami bermain,” jelas Van Gastel.

Artinya, perebutan 11 tempat utama PSIM masih jauh dari kata selesai.

Bagi pemain yang belum menjadi pilihan utama, pintu masih terbuka. Tinggal siapa yang paling cepat mengetuknya—dan membuat Van Gastel sulit berpaling.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *