PSIM Jogja tetap pertahanin fondasi pemain lokal yang jadi bagian skuad musim lalu buat ngarungi BRI Super League 2026/2027 ini. Dari komposisi itu, Laskar Mataram cuma datengin dua pemain lokal baru, yakni Ahmad Agung dan Alwi Fadilah.
Selain itu, PSIM juga kasih kesempatan ke pemain muda dari akademi. Kiper Athaullah Daib dipromosikan dari Elite Pro Academy (EPA) PSIM ke tim utama buat lengkapi komposisi penjaga gawang musim ini.
Selebihnya, sebagian besar pemain lokal yang menghuni skuad PSIM musim ini merupakan bagian tim musim lalu. Artinya, kelompok pemain lokal bukan bagian yang dirombak besar-besaran pas PSIM siapin diri hadapi musim keduanya di kasta tertinggi.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel pun kasih penilaian positif ke pemain lokal yang dimilikinya. Menurutnya, gak mudah bandingin kualitas pemain lokal sama pemain asing karena keduanya punya karakteristik beda.
“Antara pemain lokal dan asing memang berbeda. Sulit membandingkannya. Tapi secara keseluruhan, saya puas dengan pemain lokal yang ada,” kata Van Gastel, Jumat (25/9).
Keputusan pertahanin banyak pemain lokal dari musim lalu bikin PSIM punya sejumlah pemain yang udah paham lingkungan tim, karakter rekan setim, hingga cara main dan filosofi yang diterapin Van Gastel.
Sementara itu, masuknya Ahmad Agung dan Alwi Fadilah kasih tambahan pilihan buat tim. Di sisi lain, promosi Athaullah nunjukin adanya jalur buat pemain muda dari akademi buat masuk ke lingkungan tim utama.
Bagi Van Gastel, komposisi itu tetap harus dilihat dari gimana setiap pemain bisa kasih kontribusi dalam sistem permainan. Sejak pramusim, dia gak cuma merhatiin kualitas individu, tapi juga hubungan antar pemain dan kecocokan mereka dalam cara main yang diinginkan.
“Yang jelas, kami fokus pada cara bermain yang kami inginkan. Saya melihat keseluruhan, termasuk chemistry antarpemain,” paparnya.
Karena itu, status sebagai pemain lokal maupun asing bukan jadi satu-satunya pertimbangan dalam nentuin komposisi sebelas pemain. Van Gastel bilang semua pemain harus dapet kesempatan buat nunjukin kemampuannya sebelum keputusan soal pemain utama dibuat.
Pendekatan itu bikin persaingan di dalam skuad PSIM tetap terbuka. Pemain yang udah ada di tim sejak musim lalu tetap harus nunjukin performa, sementara pemain baru juga harus buktiin kemampuannya buat dapetin tempat.
Bagi Van Gastel, proses itu penting buat nemuin kombinasi terbaik di skuad PSIM. Bukan semata-mata berdasar nama besar atau asal pemain.
“Melainkan bagaimana setiap pemain dapat saling melengkapi dan membantu tim menjalankan permainan sesuai rencana,” bebernya.
















