Kemenangan 3-0 atas Timor-Leste tak hanya memperkokoh posisi Timnas Indonesia di papan atas Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026. Di balik tiga poin tersebut, pelatih John Herdman melihat sesuatu yang lebih penting: karakter Garuda mulai terbentuk.
Berbeda dengan laga pembuka saat Indonesia langsung menggebrak Kamboja sejak menit awal, kali ini Garuda harus bersabar menghadapi pertahanan rapat Timor-Leste. Meski unggul jumlah pemain sejak menit ke-21 setelah Jackson Fowler diusir wasit, Indonesia baru benar-benar memecah kebuntuan pada 16 menit terakhir pertandingan.
Shayne Pattynama membuka keunggulan sebelum Thom Haye dan Mitch Baker memastikan kemenangan 3-0.
Bagi Herdman, cara timnya mengakhiri pertandingan justru menjadi nilai paling berharga.
“Ini adalah sepak bola turnamen, dan kami memiliki sekelompok pemain yang mampu memenangi pertandingan. Hari ini mereka menunjukkan bahwa mereka mampu mengakhiri pertandingan dengan kuat,” ujar pelatih asal Inggris tersebut.
Menurut Herdman, tiga gol yang lahir di penghujung laga menunjukkan kondisi fisik dan mental para pemain tetap terjaga hingga peluit panjang dibunyikan.
“Mencetak tiga gol pada fase akhir pertandingan menunjukkan ketangguhan tim. Mereka terus berjuang, tetap bersatu, dan itu menjadi modal penting sepanjang turnamen ini,” katanya.
Pelatih berusia 51 tahun itu juga memberikan apresiasi kepada Timor-Leste yang dinilainya tampil jauh lebih disiplin dibanding beberapa tahun lalu. Meski bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang laga, tim asuhan Zé Pedro mampu membuat Indonesia frustrasi selama lebih dari satu jam.
“Kami tahu mereka akan menjadi lawan yang sulit. Mereka memiliki rencana permainan yang jelas, bertahan dengan baik, dan mencoba menyerang melalui serangan balik,” ucap Herdman.
Selain hasil pertandingan, laga ini juga dimanfaatkan Herdman untuk memperluas kedalaman skuad. Ia melakukan enam perubahan dibanding susunan pemain saat menghajar Kamboja 5-1, sebagai bagian dari strategi rotasi menghadapi jadwal turnamen yang padat.
“Pertandingan ini juga tentang membangun kedalaman skuad dan memastikan semua pemain mendapatkan menit bermain. Ada pemain yang kami istirahatkan, ada pula yang bermain lebih lama sesuai kebutuhan tim,” jelasnya.
Salah satu contoh sukses strategi tersebut adalah Shayne Pattynama. Bek kiri andalan Garuda sengaja tidak dimainkan sejak awal setelah mengalami kram pada laga sebelumnya. Ketika masuk sebagai pemain pengganti, Pattynama justru menjadi pembuka kemenangan Indonesia.
“Shayne bekerja sangat keras pada pertandingan pertama. Kami memberinya waktu istirahat dan ketika masuk, dia langsung mencetak gol,” ungkap Herdman.
Sementara itu, pelatih Timor-Leste, Zé Pedro, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski harus pulang tanpa poin.
“Kami tahu menghadapi Indonesia akan sangat sulit, apalagi setelah kehilangan satu pemain sejak awal pertandingan. Tetapi saya sangat bangga dengan determinasi dan semangat juang para pemain,” katanya.
Menurut Pedro, skor 3-0 belum sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan karena Timor-Leste mampu memberikan perlawanan sengit hingga menit-menit akhir.
Kemenangan ini membuat Indonesia semakin percaya diri menghadapi ujian sesungguhnya. Laga berikutnya melawan Vietnam di Bogor diprediksi menjadi penentu perebutan tiket semifinal sekaligus peluang Garuda merebut puncak klasemen Grup A. Dengan ketangguhan yang mulai terlihat hingga menit akhir pertandingan, Indonesia membawa modal besar menghadapi duel krusial tersebut.














