Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul mencatat peningkatan nilai dalam proses penilaian risiko ulang atau re-risk assessment sistem manajemen pengamanan stadion menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. Stadion kandang PSIM Jogja itu memperoleh nilai 74,92 persen, naik dibanding penilaian sebelumnya yang mencapai 73,46 persen.
Penilaian dilakukan oleh Manajemen dan Match Organizing Committee (MOC) PSIM Jogja bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIJ. Hasil tersebut menempatkan SSA dalam kategori baik, meski masih terdapat sejumlah rekomendasi yang harus segera ditindaklanjuti sebelum kompetisi resmi dimulai.
Manajer Operasional PSIM Jogja Wendy Umar Seno Aji mengatakan, tim Ditpamobvit melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek penting di dalam maupun sekitar stadion. Mulai dari tribun penonton, pintu darurat, jalur evakuasi, hingga kelayakan fasilitas bagi penyandang disabilitas.
“Pihak Ditpamobvit sudah memeriksa detail tribun penonton, pintu darurat, jalur evakuasi, hingga memastikan kelayakan ragam fasilitas keselamatan untuk kelompok penyandang disabilitas saat pertandingan,” ungkap Wendy, Selasa (25/8).
Tak hanya soal infrastruktur, hasil penilaian juga memunculkan sejumlah rekomendasi terkait kesiapan fasilitas medis dan kesehatan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan.
“Selain itu, ada pula beberapa rekomendasi terkait fasilitas medis dan kesehatan yang diperuntukkan untuk seluruh pihak terkait,” ujarnya.
PARKIR DAN AKSES JADI PERHATIAN
Salah satu pekerjaan rumah yang kini menjadi perhatian manajemen dan MOC PSIM adalah pengamanan area luar stadion. Pengaturan akses kendaraan dan penataan kantong parkir akan kembali dioptimalkan menjelang pertandingan.
“Manajemen sedang menata ulang seluruh area kantong parkir sekaligus mempertegas pola pemisahan jalur akses masuk kendaraan roda dua maupun roda empat pada hari pertandingan,” papar Wendy.
Rekomendasi lain juga berkaitan dengan kesiapan personel serta koordinasi seluruh pihak penyelenggara ketika menghadapi situasi darurat. Ketua MOC PSIM Jogja Ermantino Handokomulyo menyebut hasil re-risk assessment menjadi pedoman penting bagi panitia dalam melakukan mitigasi.
“Rekomendasi ini tentu sangat bermanfaat bagi MOC sebelum kompetisi bergulir, sehingga bisa menjadi pedoman dan petunjuk dalam melakukan mitigasi serta tepat dalam mengambil keputusan pada saat kondisi darurat,” tuturnya.
MOC dan manajemen PSIM kini akan menindaklanjuti seluruh catatan yang diberikan. Perbaikan ditargetkan dapat segera diselesaikan sebelum kompetisi dimulai.
“Kami berharap semuanya bisa segera rampung sebelum kompetisi dimulai,” sebut Ermantino.
Peningkatan dari 73,46 persen menjadi 74,92 persen menjadi sinyal positif bagi kesiapan SSA menyambut musim baru. Namun, kenaikan 1,46 poin itu belum membuat PSIM berhenti berbenah. Hasil penilaian tersebut justru menjadi acuan untuk terus meningkatkan standar keamanan, keselamatan, fasilitas pendukung, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat.
“Hasil risk assessment tahun ini meningkat, dari 73,46 jadi 74,92 persen. Ini berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak, juga bentuk komitmen MOC dan manajemen PSIM dalam meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan bagi pendukung setia PSIM,” pungkasnya.
















