Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Marvin Loria Mulai Betah di Jogja, Kuliner Indonesia Bikin Winger PSIM Jatuh Hati

9
×

Marvin Loria Mulai Betah di Jogja, Kuliner Indonesia Bikin Winger PSIM Jatuh Hati

Sebarkan artikel ini
Pemain asing PSIM Jogja, Marvin Loria.

Hampir tiga pekan menjalani kehidupan barunya di Indonesia, winger anyar PSIM Jogja Marvin Loria mulai menemukan alasan untuk merasa nyaman di Yogyakarta. Salah satu yang paling cepat membuat pemain asal Costa Rica itu jatuh hati adalah kuliner lokal.

Datang ke PSIM pada awal Agustus untuk menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027, Marvin kini tidak hanya sibuk beradaptasi dengan pola permainan dan lingkungan tim. Di luar lapangan, pemain berusia 29 tahun tersebut juga mulai menikmati berbagai pengalaman baru selama tinggal di Jogja.

Kuliner menjadi salah satu bagian yang paling mudah diterima Marvin. Sejumlah makanan Indonesia yang telah dicicipinya mendapat respons positif dari pemain yang berposisi sebagai winger tersebut.

“Ya, makanan di sini sangat enak. Tentu saja saya menyukainya,” ujar Marvin, Selasa (25/8).

Belum Hafal Nama Makanan

Menariknya, Marvin mengaku belum terlalu mengenal nama-nama makanan Indonesia yang sudah disantapnya. Ia lebih sering memilih makanan dengan melihat menu yang tersedia.

“Saya biasanya hanya tahu namanya ketika melihat menu. Saya tinggal bilang mau yang ini atau yang itu. Tapi makanan di sini sangat enak,” katanya.

Ada satu karakter rasa yang cukup menantang lidahnya, yakni makanan pedas. Namun, sensasi tersebut justru tidak membuat Marvin berhenti mencoba berbagai kuliner khas Indonesia.

“Rasanya luar biasa. Sedikit pedas, tetapi benar-benar makanan yang enak,” tutur mantan pemain yang sebelumnya berkarier di luar Indonesia tersebut.

Lalu Lintas Jadi Tantangan

Jika soal makanan Marvin cepat beradaptasi, cerita berbeda datang dari kondisi lalu lintas di Jogja. Menurutnya, lalu lintas di Indonesia terasa lebih padat dan cukup berbeda dibandingkan kehidupan sehari-hari di Costa Rica.

“Semua nyaman, hanya sedikit soal lalu lintas. Lalu lintas di sini sedikit lebih sulit dibandingkan negara saya,” ungkapnya.

Meski begitu, kondisi tersebut tidak menjadi persoalan besar bagi Marvin. Ia menganggap perbedaan suasana, kebiasaan, hingga budaya sebagai bagian dari proses yang memang harus dijalani ketika memulai kehidupan di negara baru.

“Bagi saya tidak ada kendala, ini bagian dari adaptasi yang harus saya lakukan. Dan ini hal yang normal,” pungkasnya.

Bagi Marvin, pengalaman di Jogja kini bukan hanya tentang persiapan bersama PSIM menghadapi Super League 2026/2027. Lebih dari itu, pemain Costa Rica tersebut perlahan mulai menikmati kehidupan baru, mencicipi kuliner lokal, dan mengenal budaya Yogyakarta.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *