Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Alasan PSS Rekrut Madjar

3
×

Alasan PSS Rekrut Madjar

Sebarkan artikel ini
Pemain PSS Sleman, Markus Madjar. (dok PSS)

Tidak semua pemain harus terlihat sibuk untuk dianggap penting.

Bagi Pieter Huistra, seorang gelandang justru bisa menjadi berharga ketika mampu membuat permainan terlihat sederhana. Prinsip itulah yang membuat pelatih PSS Sleman tertarik dengan Markus Madjar.

Pemain muda asal Jayapura tersebut didatangkan bukan dengan label sebagai bintang yang harus langsung mengubah permainan Super Elang Jawa.

Huistra melihat sesuatu yang lebih mendasar: kemampuan Markus membaca situasi dan menentukan pilihan tanpa membuat permainan menjadi rumit.

“Bagi saya, ia adalah pemain yang sangat menarik. Cara bermainnya sangat sederhana, tetapi sangat bagus. Jadi, ia dihadirkan khusus untuk lini tengah kami,” ujar Pieter Huistra.

Kualitas semacam itu menjadi alasan PSS memasukkan Markus ke dalam proyek mereka.

Di lini tengah, keputusan kecil bisa menentukan arah serangan maupun keamanan pertahanan. Satu operan sederhana yang tepat terkadang jauh lebih berguna daripada aksi berlebihan yang justru membuat tim kehilangan momentum.

Huistra tampaknya melihat potensi tersebut dalam diri Markus.

Namun, pelatih asal Belanda itu juga sadar bahwa Markus belum selesai dengan prosesnya. Usianya masih muda dan lingkungan baru menuntut penyesuaian.

Sebelumnya Markus memperkuat Persipura. Kini ia harus memahami tuntutan permainan PSS yang tentu memiliki karakter berbeda.

Karena itu, Huistra tidak buru-buru memasang target besar kepada pemain mudanya.

“Tentu saja, ia harus terlebih dahulu membiasakan diri dengan gaya permainan kami. Ia harus belajar dengan cepat. Dialah pemain yang kami rekrut demi masa depan tim,” kata Huistra.

Kalimat tersebut menunjukkan bahwa PSS tidak sekadar mendatangkan Markus untuk kebutuhan sesaat.

Ada investasi jangka panjang di balik keputusan tersebut.

Markus mendapat lingkungan baru untuk berkembang, sementara PSS memiliki tambahan pemain yang bisa dipoles menjadi bagian penting dari lini tengah pada masa mendatang.

Huistra pun tidak ingin perkembangan Markus terganggu oleh tuntutan untuk langsung tampil sebagai pemain utama. Yang dibutuhkan sekarang adalah kesempatan, pengalaman, dan pemahaman terhadap sistem permainan.

Semakin cepat Markus memahami bagaimana PSS ingin menguasai dan mengalirkan bola, semakin besar pula peluangnya mendapatkan kepercayaan.

Sebab, yang dicari Huistra bukan pemain yang selalu ingin menjadi pusat perhatian.

Ia membutuhkan gelandang yang mampu membaca keadaan, memilih opsi paling efektif, lalu membuat keputusan dengan tenang.

Markus Madjar mungkin belum menjadi nama besar di PSS. Tetapi Huistra sudah melihat satu modal yang tidak sederhana: kemampuan bermain sederhana.

Dan dari sanalah proyek masa depan Super Elang Jawa bisa dimulai.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *