Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Kenapa PSIM Rekrut Loria-Caballero?

5
×

Kenapa PSIM Rekrut Loria-Caballero?

Sebarkan artikel ini
Pemain anyar PSIM Jogja, Marvin Loria.

Kalau PSIM Jogja musim lalu sakitnya itu-itu aja, musim ini Jean Paul Van Gastel coba kasih obat baru.

Namanya: pemain dengan karakter beda.

Itu yang Van Gastel tegaskan setelah PSIM ditahan 1-1 sama Persita di pembuka BRI Super League 2026/2027, Sabtu (5/9) lalu di Sultan Agung. Penyakit lamanya muncul lagi, susah bongkar tim yang main low block, parkir dalam di depan gawang.

Van Gastel gak kaget. Memang itu PR sejak musim pertama PSIM balik ke kasta tertinggi.

“Kami memang memiliki beberapa masalah dalam penyelesaian di sepertiga akhir. Ketika Anda bermain untuk PSIM, bukan Liverpool, menurut saya masalahnya sama. Sangat sulit mengalahkan low block,” ujar Van Gastel, Selasa (8/9).

Musim lalu, setiap kali lawan nurunin garis pertahanan sampai depan kotak penalti, PSIM buntu. Keputusan di sepertiga akhir sering salah, fokus hilang.

“Kami membuat keputusan yang salah karena kami tidak cukup fokus. Itu juga bagian dari karakter kami yang terlalu santai dan harus diubah,” tuturnya dulu.

Dan dia juga pernah bilang, ini bukan cuma masalah PSIM. Di Super League, tim mana pun yang main low block bakal susah dikalahin.

“Pada dasarnya setiap tim di Super League ini sulit dikalahkan. Tim akan sangat sulit dikalahkan jika bermain dengan low block,” katanya.

Makanya di bursa transfer kemarin, manajemen dan Van Gastel sepakat, PSIM butuh darah baru.

Bukan sekadar tambah stok, tapi cari karakter yang belum dimiliki musim lalu. Pemain yang bisa menangin duel 1 lawan 1, yang bisa bikin keunggulan jumlah dalam sekejap, yang bisa buka ruang yang tadinya ketutup rapat.

“Kami mendatangkan pemain dengan karakter berbeda yang mudah-mudahan bisa menutupi masalah yang kami miliki musim lalu,” jelas Van Gastel.

Itu jadi kunci. Lawan low block gak bisa dibongkar cuma dengan umpan-umpan pendek di depan kotak. Butuh individu yang berani nusuk, berani ambil risiko.

Musim lalu PSIM berhasil selamat. Musim kedua ini, Van Gastel gak mau timnya kejebak penyakit yang sama terus.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *