Penyerang anyar PSIM Jogja, Adrian Dalmau, mulai menemukan kecocokan dengan gaya permainan yang diterapkan pelatih Jean Paul Van Gastel. Meski baru sekitar satu bulan bergabung, striker asal Spanyol itu merasa karakter permainan Laskar Mataram sesuai dengan gaya sepak bola yang selama ini dikenalnya di Eropa.
Dalmau menjadi salah satu rekrutan PSIM untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Sebelum tiba di Yogyakarta, pemain tersebut menghabiskan beberapa tahun berkarier di Eropa, termasuk memperkuat klub di Belanda dan Polandia.
Latar belakang tersebut membuat Dalmau relatif cepat beradaptasi dengan pendekatan Van Gastel. Menurutnya, pola latihan dan permainan yang dibangun PSIM memiliki kemiripan dengan sepak bola yang pernah dijalaninya di Belanda maupun negara Eropa lainnya.
“Saya menilai semua latihan dan gaya bermain akan mirip dengan apa yang biasa saya lakukan di Belanda, di Eropa. Tidak ada perbedaan yang terlalu besar sejauh ini,” kata Dalmau, Senin (24/8).
Gaya Ofensif PSIM Sesuai Karakter Dalmau
Kecocokan paling terasa bagi Dalmau terdapat pada karakter permainan PSIM yang mengedepankan sepak bola ofensif dan kombinatif. Sebagai seorang penyerang, pendekatan tersebut dinilai mampu memaksimalkan karakter permainannya.
Dalmau mengaku lebih nyaman ketika tim bermain agresif, cepat dalam melakukan kombinasi, serta mampu membangun serangan secara kolektif.
“Bagi saya, ini sangat cocok dengan gaya bermain saya sebagai pemain. Saya menyukai permainan yang ofensif dan kombinatif,” ujarnya.
Kesamaan filosofi permainan itu menjadi modal penting bagi Dalmau untuk mempercepat proses adaptasi. Ia tidak harus melakukan perubahan besar terhadap karakter bermain yang selama ini sudah terbentuk selama berkarier di Eropa.
Dalmau Nikmati Latihan Bersama PSIM
Selama beberapa pekan menjalani latihan bersama PSIM, Dalmau juga mulai memahami tuntutan yang diberikan Van Gastel. Ia mengaku menikmati setiap materi latihan sekaligus proses membangun chemistry dengan rekan-rekan barunya.
“Dari apa yang saya lihat dalam beberapa pekan latihan, saya sangat menyukainya. Saya menikmati semua yang kami lakukan,” tutur Dalmau.
Situasi tersebut menjadi sinyal positif bagi PSIM. Sebab, Dalmau diproyeksikan menjadi salah satu opsi penting di lini depan Laskar Mataram pada musim 2026/2027.
Apalagi, kompetisi musim ini menjadi pengalaman pertama Dalmau bermain di Asia. Adaptasi terhadap lingkungan baru, kompetisi, serta karakter sepak bola Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pemain berusia tersebut.
Namun, kecocokan dengan filosofi Van Gastel bisa menjadi keuntungan awal. Semakin cepat Dalmau memahami sistem permainan PSIM, semakin besar pula peluangnya memberikan kontribusi di pertandingan resmi.
Saatnya Membuktikan di Kompetisi Resmi
Kini tantangan Dalmau bukan lagi sekadar beradaptasi dalam latihan. Penyerang asal Spanyol itu harus menerjemahkan kecocokan taktik tersebut menjadi performa nyata ketika PSIM mulai menjalani kompetisi Super League 2026/2027.
Ekspektasi tentu cukup besar. Sebagai pemain asing yang memiliki pengalaman berkarier di Eropa, Dalmau diharapkan mampu menambah daya gedor sekaligus memberikan variasi dalam permainan menyerang PSIM.
Dalmau sendiri menyambut musim barunya bersama Laskar Mataram dengan antusias.
“Saya antusias dan tentu ingin memberikan kontribusi untuk tim PSIM ini,” pungkasnya.
Kecocokan dengan filosofi Van Gastel menjadi modal awal. Kini, publik Jogja tinggal menunggu apakah chemistry tersebut mampu berubah menjadi gol, assist, dan poin untuk PSIM di kompetisi Super League 2026/2027.
















