Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Bukan Sekadar Launching, PSIM Bidik Kemenangan atas Deltras

14
×

Bukan Sekadar Launching, PSIM Bidik Kemenangan atas Deltras

Sebarkan artikel ini
Seluruh anggota tim PSIM Jogja melangsungkan agenda pra-musim dengan berziarah ke makam raja-raja Mataram di Kotagede dan Imogiri pada Rabu (26/8). (PSIM)

PSIM Jogja tidak ingin laga kontra Deltras Sidoarjo di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (29/8), berakhir sebatas seremoni launching tim dan jersey musim 2026/2027.

Di hadapan suporter yang akan hadir langsung di stadion, Laskar Mataram membidik kemenangan sekaligus ingin menunjukkan hasil kerja selama menjalani persiapan pramusim.

Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel menegaskan, pertandingan menghadapi Deltras menjadi kesempatan bagi anak asuhnya untuk memperlihatkan identitas permainan yang telah dibangun dalam beberapa pekan terakhir.

Karena itu, meski berstatus laga persahabatan, PSIM tetap membawa target meraih hasil positif.

“Kami ingin tunjukkan diri kami pada para suporter. Kami ingin membuat pertandingan yang bagus dan mudah-mudahan kami bisa menang,” kata Van Gastel, Jumat (28/8).

Van Gastel memahami bahwa hasil pertandingan pramusim tidak memiliki bobot seperti laga kompetisi. Namun, situasinya sedikit berbeda ketika pertandingan tersebut sekaligus menjadi panggung perkenalan skuad PSIM kepada publik.

Kemenangan tetap menjadi sesuatu yang diharapkan.

“Seperti yang saya katakan, di liga kami selalu masuk dengan niat yang sama. Begitu juga dalam laga persahabatan. Hanya saja, hasil laga persahabatan tidak sepenting hasil di liga itu sendiri,” ujarnya.

Karena itu, Van Gastel ingin timnya tetap bermain dengan pendekatan yang selama ini dikembangkan. Intensitas, organisasi permainan, serta kemampuan pemain menerjemahkan instruksi akan menjadi bagian penting yang ingin dilihatnya.

Pelatih asal Belanda tersebut juga berharap Deltras memberikan perlawanan serius sehingga PSIM mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kesiapan tim sebelum kompetisi resmi dimulai.

“Ini pertandingan launching, tentu kami ingin menang. Kami akan berusaha menang dan semoga menjadi laga yang bagus. Mudah-mudahan Deltras juga ingin bermain dengan baik,” tutur Van Gastel.

Deltras Datang Bukan untuk Pelengkap

Di sisi lain, Deltras Sidoarjo juga memiliki kepentingan tersendiri dalam pertandingan ini. Bagi tim besutan Leonard Tupamahu tersebut, PSIM menjadi lawan penting dalam proses pematangan skuad menuju kompetisi musim depan.

Komposisi Deltras masih relatif baru. Sekitar 70 persen pemain dalam skuad mereka merupakan pemain anyar. Kondisi tersebut membuat pertandingan dengan tim yang bermain di kasta tertinggi menjadi kesempatan untuk mempercepat terbentuknya chemistry.

“Ini bagus buat kita, terutama buat para pemain, pemain-pemain muda. Mereka menambah jam terbang dan menambah pengalaman mereka,” kata Leonard.

Leo, sapaan Leonard Tupamahu, juga tidak menutup mata dengan kualitas PSIM. Ia melihat Laskar Mataram memiliki perpaduan pemain lokal dan asing yang bisa menjadi ujian serius bagi timnya.

Termasuk sosok Van Gastel di kursi pelatih.

“PSIM tim yang bagus. Mereka punya pemain-pemain asing yang juga berkualitas, lokalnya juga kualitas, pelatih mereka juga bagus saya tahu,” ujarnya.

Salah satu pemain yang secara khusus mendapat perhatian adalah gelandang PSIM, Zé Valente. Kreativitas pemain asal Portugal itu dinilai menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi Deltras.

“Di gelandang mereka ada Zé Valente yang harus kita waspadai juga,” tegas Leo.

Deltras sendiri membawa modal dari pertandingan uji coba sebelumnya melawan Arema. Leo menilai anak asuhnya mulai menunjukkan perkembangan dalam membangun kombinasi permainan.

Pertandingan melawan PSIM akan menjadi kesempatan berikutnya untuk melihat sejauh mana pola tersebut mulai berjalan.

“Itu sudah jadi gaya main kita. Saya harap anak-anak semakin berkembang dalam sisi teknikal, dalam sisi taktikal,” jelasnya.

Dengan mayoritas skuad masih berstatus pemain baru, Leo menjadikan laga melawan PSIM sebagai bagian dari proses membangun tim. Hasil memang tetap penting, tetapi perkembangan permainan dan terbentuknya chemistry menjadi sasaran yang tidak kalah utama.

“Saya harap nanti ketika makin dekat kompetisi sesungguhnya, mereka semakin kompak satu sama lain, pengertiannya sudah terjalin dari dalam lapangan,” pungkasnya.

Dengan demikian, panggung launching di SSA Sabtu nanti berpotensi menjadi lebih dari sekadar pesta perkenalan. PSIM ingin memberikan kemenangan kepada suporter, sementara Deltras datang membawa misi menguji sejauh mana tim barunya mampu berkembang.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *