Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Jelang Super League 2026/2027, PSIM Jogja Ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram: Rawat Sejarah, Kobarkan Semangat

17
×

Jelang Super League 2026/2027, PSIM Jogja Ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram: Rawat Sejarah, Kobarkan Semangat

Sebarkan artikel ini
Seluruh anggota tim PSIM Jogja melangsungkan agenda pra-musim dengan berziarah ke makam raja-raja Mataram di Kotagede dan Imogiri pada Rabu (26/8). (PSIM)

Bukan sekadar latihan dan uji coba! PSIM Jogja punya cara unik menyambut Super League 2026/27.

Seluruh anggota tim Laskar Mataram melangsungkan agenda pramusim dengan berziarah ke Makam Raja-Raja Mataram di Kotagede dan Imogiri, Rabu (26/8).

Rombongan pemain, pelatih, hingga manajemen bertolak bersama dari Wisma PSIM Jogja pukul 14.00 WIB.

Ini bukan agenda biasa. Ini agenda tahunan yang dirancang untuk memperkuat ikatan budaya seluruh elemen tim terhadap akar Bumi Mataram dan Kota Yogyakarta sebelum tempur di kompetisi resmi.

Perjalanan ke dua tempat sarat sejarah itu menghadirkan suasana khidmat penuh hormat kepada para pendiri peradaban Mataram Islam.

SAVIO: LAMBANG DI DADA BUKAN SEKADAR IDENTITAS!

Pemain PSIM, Savio Sheva Maresca, menekankan pentingnya penghormatan sejarah bagi Laskar Mataram.

Baginya, paham budaya & sejarah adalah fondasi utama membangun karakter tim.

“Ziarah ini cara kami merawat ingatan terhadap sejarah panjang dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Berada di sini membuat kami sadar bahwa lambang di dada yang kami bela bukan sekedar identitas di atas lapangan, melainkan bagian dari warisan budaya yang memiliki tanggung jawab besar,” ucap Savio.

FIKRI: MOTIVASI TERUSKAN SEMANGAT LELUHUR

Pengalaman serupa dirasakan Khairul Fikri Maarif.

Meski bukan ziarah pertama, dia merasa lebih dekat dengan kultur masyarakat lokal setelah melihat langsung jejak peninggalan leluhur.

“Datang ke tempat bersejarah ini memberi saya pemahaman yang lebih dalam tentang akar dan identitas tim,” ungkap Fikri.

Dengan mengetahui sejarah & budaya leluhur, Fikri termotivasi melanjutkan semangat perjuangan generasi terdahulu.

“Mengenal tradisi ini secara langsung membantu saya terhubung dengan budaya lokal, sekaligus memberikan motivasi untuk meneruskan semangat perjuangan generasi terdahulu,” tegasnya.

Rangkaian ziarah di Kotagede & Imogiri ditutup dengan rasa kebersamaan yang makin solid.

Manajemen berharap kegiatan ini mampu melipatgandakan daya juang PSIM saat melakoni laga musim depan!

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *