Polemik jersey PSIM Jogja belum sepenuhnya berakhir. Manajemen Laskar Mataram memastikan belum menetapkan apparel resmi yang akan menjadi pemasok jersey tim untuk musim 2026/2027.
Manager PSIM Jogja, Iksan Mahar, menyebut manajemen masih membuka penjajakan dengan sejumlah pihak. Tidak ada satu pun nama apparel yang sejauh ini sudah dipastikan menjadi partner resmi klub.
“Kalau resminya pasti kami masih proses penjajakan semua untuk apparel. Belum ada keputusan seperti apa. Memang belum ada yang final,” kata Iksan, Minggu (9/8).
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa jersey yang belakangan beredar dan dikaitkan dengan apparel RMB belum bisa dianggap sebagai produk resmi PSIM untuk musim kompetisi mendatang.
Manajemen juga tidak menutup mata terhadap polemik yang muncul sebelumnya. Kritik dan respons keras dari suporter menjadi bagian dari evaluasi sebelum klub menentukan langkah berikutnya.
“Kalau soal itu, pasti kami evaluasi semua kejadian kemarin,” tegas Iksan.
Situasi ini membuat sejumlah nama apparel yang beredar di kalangan suporter masih sebatas rumor. Iksan bahkan membantah kabar yang mengaitkan PSIM dengan Allmer maupun Umbro.
“Enggak ada, belum ada dari dua nama itu,” ujarnya.
Menurut Iksan, manajemen tidak ingin terburu-buru hanya karena tekanan waktu. Apparel yang dipilih nantinya harus mampu memenuhi kebutuhan klub, baik dari sisi bisnis maupun distribusi merchandise kepada suporter.
Beberapa aspek menjadi pertimbangan utama. Mulai dari nilai kerja sama, komitmen apparel, kemampuan menyediakan stok, hingga sistem distribusi produk.
“Kami membuka semua opsi. Terutama mempertimbangkan soal komitmen mereka, ketersediaan stok, dan bentuk kerja samanya. Semuanya masih kami pertimbangkan,” jelasnya.
Dengan musim baru yang semakin dekat, manajemen PSIM dituntut segera mengambil keputusan. Sebab, apparel bukan sekadar urusan desain jersey, tetapi juga menyangkut identitas klub dan akses suporter terhadap merchandise resmi.
“Karena berburu waktu, kami berharap bisa secepatnya ada finalisasi,” tandas Iksan.














