Dua wakil DIY akhirnya sama-sama menjalani ujian perdana mereka di Super League musim 2026/2027, Dab. Namun, hasil yang dibawa pulang PSIM Jogja dan PSS Sleman ternyata berbeda.
PSIM sukses mengamankan satu poin saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (5/9). Sementara itu, PSS Sleman harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk dari Bali United.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, PSIM sebenarnya sempat dibuat deg-degan, Dab. Laskar Mataram tertinggal lebih dulu setelah Luquinhas membobol gawang PSIM pada menit ke-50 melalui skema umpan lambung yang cukup matang.
Namun, PSIM tak tinggal diam. Anak asuh Jean-Paul van Gastel terus menggempur pertahanan Persita sepanjang babak kedua.
Usaha keras itu akhirnya membuahkan hasil menjelang pertandingan berakhir. Tepat pada menit ke-84, gelandang asing PSIM Adrian Purzycki berhasil memanfaatkan bola rebound hasil tepisan kiper Persita.
Gol tersebut menyelamatkan Laskar Mataram dari kekalahan. Skor 1-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Berbeda nasib dengan sang rival sekota, Dab. PSS Sleman justru harus menelan kekalahan saat bertandang ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9).
Super Elja kalah tipis 1-2 dalam pertandingan yang diwarnai drama penalti serta beberapa kesalahan di lini belakang.
Dua gol Bali United dicetak Teppei Yachida melalui titik putih pada menit ke-39 dan Queven Inacio pada menit ke-67.
PSS sebenarnya sempat memberikan harapan di penghujung laga. Melvyn Lorenzen berhasil memperkecil ketertinggalan melalui tandukan terarah pada menit 90+8.
Sayangnya, gol tersebut datang terlalu mepet, Dab. Peluit panjang keburu berbunyi dan PSS pun harus mengakui keunggulan tuan rumah.
Meski PSIM berhasil membawa pulang satu poin dari laga perdana, Jean-Paul van Gastel belum mau cepat puas. Pelatih asal Belanda itu memastikan bakal melakukan evaluasi sebelum menatap pertandingan berikutnya melawan Persebaya.
“Saya harus menonton pertandingan terlebih dahulu sebelum saya memutuskan bagaimana cara bermain dan dengan pemain mana yang akan mulai. Untuk sekarang saya akan menonton kembali pertandingan, apa yang harus kami tingkatkan, apa yang berjalan dengan baik, dan perlahan saya akan mempersiapkan diri untuk Persebaya,” katanya, Minggu (6/9).
Van Gastel mengatakan setiap pertandingan membutuhkan pendekatan berbeda. Menurutnya, gaya bermain PSIM akan tetap memiliki karakter utama, tetapi detail strategi bisa berubah menyesuaikan calon lawan.
“Kami memiliki cara tertentu, cara kami ingin bermain, hanya saja detailnya berbeda. Jadi saya harus melihat detail apa yang harus kami ubah,” tegasnya.
Sementara itu, PSS Sleman juga tak bisa langsung berlama-lama meratapi kekalahan. Pieter Huistra mengaku bakal segera melakukan evaluasi terhadap permainan anak asuhnya.
Menurut Huistra, penampilan PSS saat menghadapi Bali United belum menunjukkan karakter permainan Super Elja yang sebenarnya.
“Pertandingan lawan Bali United kemarin jauh dari permainan PSS yang biasa main. Kalau PSS main selalu untuk suka menguasai bola, kontrol permainan. Ini jauh dari yang kami mau,” tandas Huistra.
Jadi, pekan pertama Super League 2026/2027 ini bisa jadi bahan evaluasi penting buat dua wakil DIY, Dab. PSIM berhasil menunjukkan semangat pantang menyerah untuk mengamankan satu poin, sementara PSS harus segera berbenah agar bisa kembali menemukan karakter permainan terbaiknya di laga berikutnya.
















