Masa depan penyerang asal Slovenia Nermin Haljeta bersama PSIM Jogja masih menjadi tanda tanya. Meski telah mengikuti seluruh rangkaian latihan pramusim, manajemen belum memastikan apakah bomber berusia 28 tahun itu akan tetap menjadi bagian dari skuad Laskar Mataram untuk mengarungi BRI Super League 2026/2027.
Manajer Tim PSIM Jogja Iksan Mahar menjelaskan, keputusan terkait Haljeta sepenuhnya berada di tangan tim pelatih. Selama masa persiapan musim baru, performa, kondisi fisik, dan kesiapan teknis sang pemain akan terus dipantau sebelum keputusan akhir diambil.
“Haljeta telah ikut proses untuk sesi pramusim saat ini. Terkait statusnya, tim pelatih akan terus melakukan evaluasi dan penilaian jelang musim baru bergulir,” kata Iksan, Selasa (28/7).
Meski statusnya belum dipastikan, Haljeta tetap menjalani seluruh agenda latihan bersama tim. Sebab, penyerang asal Slovenia itu masih memiliki kontrak bersama PSIM sehingga wajib mengikuti seluruh program yang telah disusun tim pelatih.
“Satu hal yang pasti, Haljeta masih terikat kontrak dengan PSIM sehingga wajib menjalankan seluruh program tim untuk menghadapi musim 2026/27,” tegas Iksan.
Evaluasi terhadap Haljeta menjadi salah satu keputusan penting yang harus segera diambil PSIM. Pasalnya, Laskar Mataram kini telah memiliki sembilan pemain asing.
Sesuai regulasi BRI Super League 2026/2027, setiap klub diperbolehkan mengontrak maksimal 11 pemain asing, dengan hanya sembilan yang dapat masuk daftar susunan pemain (DSP) dan tujuh pemain asing yang bisa dimainkan secara bersamaan di lapangan.
Artinya, PSIM masih memiliki ruang untuk menambah dua pemain asing sebelum kompetisi dimulai. Situasi tersebut membuat persaingan memperebutkan tempat di skuad semakin ketat, termasuk bagi Haljeta yang kini tengah menjalani masa evaluasi bersama tim pelatih.
Keputusan akhir mengenai masa depan eks ujung tombak Laskar Mataram itu diperkirakan akan ditentukan setelah program pramusim memasuki tahap akhir.














