Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

One Goal, but No Party

14
×

One Goal, but No Party

Sebarkan artikel ini
Selebrasi Matheus Fornazari dalam kemenangan PSS Sleman atas Kendal Tornado FC dalam laga launching tim di Maguwoharjo International Stadium.

Matheus Fornazari akhirnya membuka rekening gol bersama PSS Sleman di panggung Super League 2026/2027. Namun, gol perdana striker asal Brasil tersebut belum mampu menghadirkan kepuasan.

Fornazari mencetak satu-satunya gol PSS ketika Laskar Sembada kalah 1-3 dari Madura United pada pertandingan pekan kedua di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9).

Bagi Fornazari, gol pribadi tidak terlalu berarti ketika PSS masih belum mendapatkan kemenangan. Penyerang berusia 30 tahun tersebut bahkan mengaku lebih memilih menukar golnya dengan tiga poin untuk tim.

“Saya bahagia atas gol pertama ini. Tapi tentu saja, saya lebih memilih menukar gol saya dengan kemenangan,” ujar Fornazari, Senin (14/9).

PSS kini mengawali kompetisi dengan dua kekalahan. Sebelumnya, Laskar Sembada juga tumbang 1-2 dari Bali United pada pertandingan perdana.

Situasi tersebut membuat Fornazari menyadari bahwa PSS harus segera melakukan pembenahan. Menurutnya, dua kekalahan beruntun memang memberikan tekanan tersendiri, tetapi skuad tidak ingin terlalu lama larut dalam hasil buruk.

Karena itu, evaluasi menjadi agenda penting PSS sepanjang pekan ini. Fornazari berharap latihan bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki berbagai kekurangan sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

“Ini tidak mudah, dua kekalahan berturut-turut. Tapi kami akan bekerja keras minggu ini agar di pertandingan berikutnya kami melakukan segalanya untuk meraih kemenangan,” tegasnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Fornazari adalah efektivitas lini depan. Menurutnya, PSS sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi masalah yang harus segera diperbaiki.

Hal tersebut tercermin dalam pertandingan melawan Madura United. PSS mampu melepaskan 23 tembakan sepanjang pertandingan, jauh lebih banyak dibandingkan enam tembakan milik Madura United. Namun, hanya empat tembakan PSS yang mengarah ke gawang dan satu yang berbuah gol.

Sebaliknya, Madura United mampu memaksimalkan peluang dengan jauh lebih efektif hingga mencetak tiga gol.

Fornazari menilai para pemain PSS masih harus lebih tenang ketika berada di area akhir. Ia berharap tim pelatih terus mengasah taktik dan penyelesaian peluang agar dominasi permainan tidak kembali berakhir tanpa kemenangan.

“Jadi, kami terus berlatih. Bisa dilihat kadang dalam hal penyelesaian akhir (finishing) kami masih ada kekurangan sampai saya bingung mau bicara apa lagi. Tapi saya yakin di pertandingan berikutnya kami akan memberi kegembiraan bagi para fans dan meraih kemenangan,” tandasnya.

Bagi Fornazari, gol perdana bersama PSS akhirnya menjadi catatan pribadi yang belum sempurna. Target berikutnya bukan sekadar menambah koleksi gol, tetapi membantu Laskar Sembada mendapatkan kemenangan pertama di Super League 2026/2027.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *