PSIM Jogja patut memasang radar lebih tajam. Menjelang pertemuan di Super League 2026/2027, Persita Tangerang tak hanya memperkuat lini depan dengan striker Timnas Madagaskar Alexandre Ramalingom, tetapi juga memilih Yogyakarta sebagai tempat menggembleng skuadnya.
Pendekar Cisadane dijadwalkan menjalani pemusatan latihan selama dua pekan di Yogyakarta pada Agustus 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan Persita menghadapi kompetisi musim baru.
Pilihan Yogyakarta tentu menarik dari sudut pandang PSIM. Laskar Mataram akan menghadapi Persita pada musim yang sama, sementara calon lawannya justru lebih dulu menjalani persiapan intensif di kota yang menjadi markas PSIM.
Yang paling menyita perhatian adalah kehadiran Ramalingom.
Striker 33 tahun tersebut direkrut Persita setelah tampil cukup produktif bersama Sumqayit di Liga Azerbaijan. Musim lalu, Ramalingom mencatat 30 penampilan dengan 10 gol di semua kompetisi.
Rekam jejaknya juga tidak sembarangan. Ia pernah memperkuat klub di Prancis, Belgia, Israel hingga Azerbaijan. Bersama Sabail pada musim 2023/2024, Ramalingom mampu mencetak 15 gol dalam 35 pertandingan.
Bahkan, penyerang kelahiran Prancis yang memilih membela Timnas Madagaskar itu pernah mencatat 20 gol dalam satu musim saat memperkuat Marignane.
Artinya, lini belakang PSIM bakal berhadapan dengan penyerang yang sudah kenyang pengalaman ketika Persita datang.
Fokus Pulihkan Fisik
Di Yogyakarta, Persita tidak langsung mengejar intensitas tinggi. Pelatih kepala Carlos Pena menyebut tahap awal pramusim difokuskan untuk mengembalikan kebugaran pemain setelah libur.
“Dua minggu pertama akan difokuskan untuk mengembalikan kebugaran para pemain,” kata Pena.
Program latihan kemudian dilakukan secara bertahap dan individual sesuai kondisi masing-masing pemain.
“Kami akan menerapkan pendekatan progresif dan individual untuk memastikan kami berada dalam kondisi puncak untuk pertandingan pertama musim ini,” ujarnya.
Pena juga melihat Persita memiliki keuntungan dari sisi kontinuitas. Sebagian besar pemain inti musim lalu masih dipertahankan sehingga tim pelatih memiliki fondasi untuk meningkatkan kualitas permainan.
“Kami memiliki keuntungan karena mengenal para pemain musim lalu dengan sempurna, dan kami memiliki waktu untuk merencanakan skuad untuk memperkuat dan meningkatkannya dibandingkan musim lalu,” kata pelatih asal Spanyol tersebut.
Persita juga telah menyiapkan sejumlah pertandingan uji coba. Laga-laga tersebut akan digunakan untuk membangun chemistry sekaligus mengembalikan atmosfer kompetitif pemain.
Alarm untuk PSIM
Dari sudut pandang PSIM, rangkaian persiapan Persita ini layak menjadi alarm.
Ramalingom menambah daya gedor. TC di Yogyakarta mematangkan tim. Laga uji coba mengasah chemistry.
Persita jelas tidak datang ke musim baru dengan persiapan seadanya.
Bagi PSIM, kehadiran Pendekar Cisadane di Yogyakarta pada Agustus bisa menjadi gambaran awal tentang kekuatan lawan. Terlebih, Persita musim lalu hanya finis di posisi ke-10.
Kini mereka datang dengan target memperbaiki pencapaian.
Dan jika lini depan Persita sudah diasah dengan Ramalingom, PSIM harus memastikan lini belakangnya tidak menjadi korban pertama.














