Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Pieter Huistra Tegaskan Sleman Style Tak Akan Hilang, PSS Ingin Lawan yang Beradaptasi

10
×

Pieter Huistra Tegaskan Sleman Style Tak Akan Hilang, PSS Ingin Lawan yang Beradaptasi

Sebarkan artikel ini
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra.

PSS Sleman tidak ingin kehilangan identitas permainan saat memasuki Super League 2026/2027. Pelatih Pieter Huistra menegaskan Sleman Style tetap menjadi fondasi permainan Super Elang Jawa.

Alih-alih menyesuaikan permainan dengan karakter lawan, Huistra justru ingin setiap tim yang menghadapi PSS dipaksa beradaptasi dengan gaya permainan yang dibangun skuadnya.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, PSS memang tetap membutuhkan penyesuaian dalam pertandingan. Namun, perubahan itu tidak sampai mengorbankan identitas permainan yang selama ini tengah dibangun.

“Saya pikir PSS tidak menyesuaikan diri. Tentu saja ada penyesuaian sampai batas tertentu, tetapi bukan dengan mengubah formasi. Kami percaya pada gaya permainan kami sendiri, Sleman Style yang ingin kami terapkan,” ungkap Huistra, Selasa (25/8).

Huistra menilai progres PSS selama menjalani masa persiapan menuju musim baru cukup positif. Kerja keras para pemain membuatnya yakin tim berada di jalur yang tepat.

“Saya senang dengan kerja keras yang ditunjukkan para pemain dan saya rasa kami berada di jalur yang benar,” bebernya.

Karena itu, sisa waktu pramusim akan dimanfaatkan untuk semakin memperkuat kepercayaan diri pemain. Huistra ingin Dominikus Dion dan kolega berani memainkan sepak bola yang sudah dilatih, tanpa terlalu terbebani oleh permainan lawan.

Baginya, PSS harus menjadi tim yang menentukan ritme pertandingan. Bukan justru ikut larut dalam permainan lawan.

“Itulah yang kami latih. Kami selalu mengusahakan hal tersebut, dan lawanlah yang harus menyesuaikan diri dengan kami,” tegasnya.

Meski puas dengan perkembangan tim, Huistra tidak menutup mata bahwa masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibereskan. Aspek teknis dan taktis masih terus diasah sebelum kompetisi resmi bergulir.

Menariknya, Huistra justru tidak mempermasalahkan kesalahan yang dilakukan pemain selama proses latihan. Baginya, kesalahan merupakan bagian penting untuk menemukan celah yang masih harus diperbaiki.

“Saya justru senang mereka melakukan kesalahan, karena jika mereka melakukan semuanya dengan sempurna, saya tidak akan punya pekerjaan lagi. Jadi sekarang, kami bekerja sama untuk menjadikannya lebih baik,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, Huistra ingin PSS tampil dengan karakter yang jelas sejak pertandingan pertama. Sleman Style bukan sekadar slogan, tetapi identitas yang harus membuat lawan ikut menyesuaikan diri.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *