Pahit manis Dab! Laga perdana BRI Super League 2026/2027 di SSA Bantul, Sabtu (5/9) sore, yang pas banget sama ulang tahun ke-97 PSIM, harus berakhir imbang 1-1 lawan Persita Tangerang!
Sempat tertinggal dulu Dab gara-gara gol Luquinhas menit 49, untung ada pahlawan menit akhir, Adrian Purzycki menit 84! Kalau gak, bisa malu di hari ulang tahun sendiri!
Jalannya laga berimbang dari awal Dab. PSIM coba mainin ciri khasnya, sirkulasi bola dari tengah, main sabar. Persita main sayap, lari terus!
Di atas kertas PSIM lebih kuasai bola Dab, tapi… akurasi passing ancur! Banyak salah oper! Makanya permainan gak jalan!
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel jujur aja habis laga, anak asuhnya gugup!
“Kami memulai pertandingan dengan gugup. Akurasi passing kami rendah, banyak bola-bola yang buruk. Kami kesulitan dalam penguasaan bola, padahal itu salah satu kekuatan kami,” kata Van Gastel.
Babak pertama 0-0 Dab! Bikin ngantuk!
Masuk babak kedua, baru 4 menit, BUM! Persita cetak gol! Luquinhas manfaatin salah koordinasi bek PSIM! 0-1! SSA langsung senyap Dab!
Abis kebobolan, PSIM coba nekan. Tapi Persita parkir bus Dab! Garis pertahanan rendah, pemain numpuk di belakang! Susah banget bongkar!
Sampai akhirnya Van Gastel ambil keputusan berani! Masukkin 3 pemain pengganti! Dan itu jadi pembeda!
“Perbedaan besarnya adalah tiga pemain pengganti. Mereka membawa banyak energi, karakter, dan semangat. Pemain lainnya lalu mengikuti mereka,” ujar pelatih asal Belanda itu.
20 menit terakhir Dab, itu baru PSIM yang kita kenal! Tekanan gila-gilaan! Semua pemain di depan!
Dan menit 84 Dab! Kemelut di kotak penalti Persita! Bola liar disambar Adrian Purzycki! Tendangan keras! GOL! 1-1!
“Secara keseluruhan, kami tidak layak kalah. Saya pikir hasil imbang adalah skor yang adil jika melihat pertandingan ini,” ucap Van Gastel.
Dari kubu lawan, pelatih Persita Carlos Pena ngaku 20 menit terakhir itu neraka buat timnya!
“PSIM menciptakan beberapa peluang. Mereka memberi tekanan besar, terutama 20 menit terakhir dengan menempatkan banyak pemain di depan. Sulit untuk memblok dan mengontrol semua pemain mereka,” kata Pena.
Pena juga nyesel Dab, abis cetak gol Persita punya peluang emas lewat Pablo buat jadi 2-0, tapi gagal!
“Sesaat setelah gol kami, kami mendapat peluang yang sangat jelas melalui Pablo. Itu momen terbaik kami di pertandingan. Jika kami bisa mencetak gol itu, mungkin kami bisa mendapatkan tiga poin,” ujar Pena.
Bek Persita Mario Jardel juga bilang hampir aja curi 3 poin di Bantul!
“Hampir saja kami mencuri tiga poin. Tapi, itulah sepak bola. Apa pun hasilnya, kami harus tetap bersyukur,” kata Jardel.
Imbang Dab! Di hari ulang tahun ke-97! Gak menang, tapi gak kalah! Poin pahit manis!
Tapi satu yang pasti Dab, semangat Honor The Legacy dari Ci Liana itu keliatan di 20 menit terakhir! Pantang menyerah!
















