MAINBOLA – PSS Sleman kembali dihadapkan pada Bali United pada laga pembuka Super League 2026/2027. Pertemuan tersebut membawa kembali memori manis ketika Super Elang Jawa sukses mencuri kemenangan di markas Serdadu Tridatu pada laga pembuka musim 2023/2024.
Ketika itu, PSS Sleman menutup pertandingan dengan kemenangan tipis 1-0 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Satu-satunya gol PSS dicetak Ricky Cawor dan menjadi penentu kemenangan Super Elang Jawa.
Kini, kenangan tersebut kembali muncul menjelang pertemuan kedua tim pada pembukaan Super League 2026/2027.
Bali United dan PSS Sleman dijadwalkan bertanding pada Jumat (4/9) pukul 19.00 WIB di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi bagian dari Opening Ceremony Super League 2026/2027.
Bagi PSS, laga ini menjadi kesempatan untuk kembali membawa pulang hasil positif dari markas Bali United. Namun, situasi tim saat ini berbeda dibandingkan tiga musim sebelumnya.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra masih berusaha menemukan komposisi terbaik skuadnya. Dari laga pramusim menghadapi Tornado Kendal FC, Selasa (11/8), Huistra menilai masih terdapat sejumlah aspek yang harus diperbaiki, terutama dari sisi teknis dan taktik.
“Dari sisi karakter, terutama energi yang kami tunjukkan di dalam pertandingan, sudah cukup baik. Namun, secara teknis dan taktik, kami masih bisa berkembang jauh lebih baik. Sekarang kami akan terus bekerja sama memperbaiki kesalahan dan membuat tim ini lebih baik,” ujar Huistra seperti dilansir laman resmi klub.
Memori kemenangan 1-0 pada 2023/2024 tentu bisa menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi PSS. Terlebih, pertandingan kembali dimainkan di stadion yang sama.
Namun, Bali United dipastikan tidak ingin kembali mengalami hasil serupa. Pelatih Bali United Johnny Jansen menegaskan timnya ingin memperbaiki catatan kandang setelah musim lalu belum konsisten ketika bermain di hadapan pendukung sendiri.
“Kami ingin meraih kemenangan yang lebih banyak di partai kandang mengingat musim lalu belum terlalu konsisten ketika bermain di rumah,” kata Jansen.
Musim lalu, Bali United mencatat enam kemenangan, enam hasil imbang dan enam kekalahan dari 17 pertandingan kandang.
Bagi PSS, statistik tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan. Super Elang Jawa harus mampu memanfaatkan celah sekaligus mengulang mentalitas yang pernah membawa mereka menaklukkan Bali United di tempat yang sama.
Memori manis sudah pernah tercipta. Kini, PSS Sleman punya kesempatan menulis ulang cerita di Stadion Kapten I Wayan Dipta.














