Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Wejangan Sri Sultan HB X untuk Pemain PSIM: Jangan Makan Gorengan!

9
×

Wejangan Sri Sultan HB X untuk Pemain PSIM: Jangan Makan Gorengan!

Sebarkan artikel ini
ajaran manajemen PSIM Jogja sowan menghadap Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedung Wilis, Kompleks Kepatihan, Kamis (27/8). (PSIM)

Ada pesan menarik yang disampaikan Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Jogja, Sri Sultan Hamengku Buwono X, kepada manajemen PSIM Jogja saat menerima kunjungan di Kompleks Kepatihan, Kamis (27/8). Salah satunya berkaitan dengan pola makan para pemain.

Dalam pertemuan menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027 itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X berpesan agar kedisiplinan pemain PSIM tidak hanya diterapkan saat berada di lapangan. Pola hidup, termasuk menjaga asupan makanan, juga harus mendapat perhatian.

Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno mengungkapkan, Sri Sultan HB X bahkan memberikan contoh sederhana mengenai kebiasaan pemain yang diam-diam mengonsumsi makanan yang kurang mendukung kebugaran.

“Contoh pas ngomongin tentang performa, Ngarsa Dalem bilang, itu dilihatin ya anak-anak jangan makan gorengan. Katanya nanti di belakang juga diam-diam dia makan gorengan,” ujar Liana sembari tertawa.

Menurut Liana, pesan tersebut sebenarnya menggambarkan perhatian Sri Sultan HB X terhadap aspek kedisiplinan pemain. Bukan hanya aturan yang dibuat manajemen, tetapi bagaimana aturan tersebut benar-benar dijalankan dalam keseharian.

Pesan mengenai gorengan itu pun menjadi bagian dari wejangan yang lebih luas. Sri Sultan HB X meminta manajemen memastikan kedisiplinan dan integritas pemain terus dipantau sepanjang musim.

“Jadi itu kayak diulang-ulang bahwa kedisiplinan harus terus dipantau. Integritas pemain juga harus dipantau. Hati-hati dalam manage kesebelasan PSIM,” lanjut Liana.

Bagi PSIM, pesan tersebut menjadi bekal nonteknis menjelang musim kedua Laskar Mataram di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Persaingan BRI Super League 2026/2027 diperkirakan semakin ketat sehingga kondisi fisik dan profesionalisme pemain menjadi salah satu faktor penting.

Kunjungan manajemen PSIM ke Kompleks Kepatihan sendiri merupakan bagian dari tradisi klub untuk sowan sekaligus memohon doa dan dukungan sebelum memasuki musim kompetisi baru.

Tak hanya memberikan pesan kepada pemain, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga memberikan arahan kepada manajemen PSIM terkait kepemimpinan dalam mengelola klub.

Liana mengungkapkan dirinya mendapat wejangan agar mampu memimpin dengan lebih tenang dan tidak mudah terbawa emosi.

“Dari sisi manajerial, tadi Ngarsa Dalem juga memberi arahan saya leadership. Katanya, saya jangan marah-marah,” tutur Liana.

Dengan demikian, pesan sederhana “jangan makan gorengan” yang disampaikan Sri Sultan HB X memiliki makna lebih luas bagi PSIM. Di balik candaan tersebut terdapat penekanan agar pemain benar-benar menjaga disiplin, pola hidup, dan integritas sepanjang musim.

Bagi Liana, perhatian tersebut menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Terlebih PSIM berada di Jogja yang dipimpin oleh sosok gubernur sekaligus sultan yang memiliki perhatian terhadap olahraga.

“Saya sangat bersyukur, karena saya jadi presdir klub sepak bola di Jogja ini, di mana dipimpin seorang gubernur dan juga seorang sultan yang sangat cinta dengan olahraga. Jadi bicaranya nyambung,” ujarnya.

Pesan Sri Sultan HB X tersebut pun menjadi pengingat sederhana bagi skuad PSIM: performa di lapangan tidak hanya dibangun melalui latihan, tetapi juga lewat kedisiplinan menjaga pola hidup di luar lapangan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *