mainbola.co –Harapan PSIM Jogja untuk segera kembali berkandang di Stadion Mandala Krida masih belum menjadi kenyataan. Persoalan yang membelit pembangunan stadion tersebut membuat Laskar Mataram harus menyiapkan berbagai opsi demi menghadapi kompetisi Liga 1.
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno mengaku sangat kecewa terhadap kasus korupsi yang menyeret pembangunan Stadion Mandala Krida. Menurutnya, praktik korupsi telah menghambat perkembangan sepak bola Yogyakarta.
“Korupsi itu sangat merusak olahraga, merusak institusi apa pun, merusak organisasi. Itu sangat merusak dan benar-benar korup itu parah banget, kanker yang mematikan,” tegasnya.
BACA JUGA: Presiden Brajamusti RM Satrio Wijayanto Perkuat Jargon Mataram Is Love, Kemanusiaan Jadi Prioritas
Bagi perempuan yang akrab disapa Liana tersebut, kerugian akibat korupsi jauh lebih besar daripada sekadar hilangnya anggaran. Masyarakat dan klub sepak bola ikut menjadi korban karena kehilangan fasilitas olahraga yang semestinya bisa dimanfaatkan.
Sebagai bentuk kepeduliannya, Liana kini aktif menyampaikan edukasi antikorupsi kepada mahasiswa di berbagai kampus.
“Makanya saya ke mana-mana, ke universitas sekarang, saya mengedukasi adik-adik mahasiswa. Mereka harus mempunyai integritas, itu di atas segalanya.”
Liana menilai Yogyakarta seharusnya sudah memiliki stadion yang mampu menjadi kebanggaan masyarakat. Namun, cita-cita itu tertunda akibat praktik korupsi dalam pembangunan Mandala Krida.
“Padahal kalau misalnya dibangun dengan benar, seharusnya itu menjadi rumah sepak bola untuk Jogjakarta.”
PSIM Hitung Dampak Jika Belum Bisa Pulang ke Mandala Krida
Situasi tersebut membuat manajemen PSIM mulai menyusun simulasi apabila Mandala Krida belum dapat digunakan dalam satu hingga dua musim ke depan.
Selama ini PSIM menggunakan Stadion Sultan Agung Bantul sebagai kandang. Manajemen kini menghitung konsekuensi finansial dan operasional apabila harus kembali menggunakan stadion tersebut dalam jangka waktu lebih panjang.
BACA JUGA: Penyerang Brasil 2,03 Meter Matheus Fornazari Masuk Radar PSIM Jogja, Siap Saingi Nermin Haljeta?
“Di manajemen itu sudah coba untuk berhitung, misalkan ini kalau kita gak main di Mandala Krida lagi dalam satu atau dua musim terakhir. Dengan satu musim ini hanya kita di SSA, secara operasional dan sebagainya akan gimana gitu. Pasti, pasti (berhitung),” tandasnya.
Meski demikian, PSIM tetap berharap Mandala Krida dapat segera difungsikan sehingga Laskar Mataram akhirnya memiliki rumah sendiri di Kota Yogyakarta, seiring kiprah mereka di kompetisi Liga 1.















Respon (2)