Teka-teki mengenai skema lini depan PSS Sleman untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 mulai terkuak. Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, membuka kemungkinan mengubah formula serangan dengan menggunakan dua striker sekaligus.
Opsi tersebut menjadi menarik lantaran pada kompetisi Championship 2025/2026, Huistra lebih sering mengandalkan skema dengan satu penyerang. Gustavo Tocantins menjadi pilihan utama sebagai ujung tombak Laskar Sembada.
Kini situasinya berbeda. PSS Sleman memiliki lebih banyak pilihan di sektor depan setelah mendatangkan sejumlah amunisi anyar.
Setidaknya ada tiga penyerang yang menjadi opsi Huistra untuk musim 2026/2027. Mereka adalah Gustavo Tocantins, striker anyar asal Brasil Matheus Fornazari, serta penyerang Timnas Indonesia, Dimas Drajad.
Melimpahnya pilihan tersebut membuat Huistra tidak menutup peluang untuk memainkan dua striker sejak menit awal dalam pertandingan tertentu.
“Karena dibandingkan musim lalu, kami memiliki jauh lebih banyak pemain yang bisa mencetak gol,” ujar Huistra, Minggu (23/8).
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, banyaknya pemain yang memiliki kemampuan mencetak gol memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menentukan strategi permainan.
Karena itu, penggunaan dua striker menjadi salah satu opsi yang mungkin diterapkan PSS Sleman. Namun, Huistra menegaskan keputusan tersebut tetap bergantung pada kesiapan pemain, terutama dalam membangun chemistry sekaligus menjalankan tugas bertahan.
“Itu sebuah kemungkinan. Jika ada chemistry di antara mereka dan mereka juga siap membantu bertahan, maka itu bisa menjadi sebuah pilihan,” jelasnya.
Sinyal perubahan formula serangan PSS Sleman juga semakin menarik setelah Matheus Fornazari menunjukkan performa positif selama pramusim.
Striker bertubuh jangkung tersebut dinilai mampu beradaptasi dengan cepat terhadap permainan Laskar Sembada. Fornazari bahkan telah mencetak dua gol dalam tiga pertandingan uji coba PSS Sleman.
Satu gol lahir ketika PSS menghadapi Kendal Tornado FC, sementara satu gol lainnya dicetak saat melawan PSM Makassar.
Performa tersebut membuat peluang Fornazari menjadi tandem Gustavo Tocantins semakin terbuka. Huistra pun memberikan apresiasi terhadap kontribusi striker asal Brasil tersebut.
“Fornazari, dia mencetak gol yang sangat bagus,” kata Huistra.
Jika opsi dua striker benar-benar diterapkan, duet Tocantins dan Fornazari berpotensi menjadi salah satu senjata baru PSS Sleman di Super League 2026/2027. Sementara Dimas Drajad juga menjadi alternatif penting untuk menambah variasi serangan Laskar Sembada.
















