Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Pieter Huistra Jadikan League Cup 2026/2027 Ajang Regenerasi PSS Sleman dan Pemain Muda

2
×

Pieter Huistra Jadikan League Cup 2026/2027 Ajang Regenerasi PSS Sleman dan Pemain Muda

Sebarkan artikel ini
Pieter Huistra
Manajer Teknis PSS Sleman Pieter Huistra (Rizky Wahyu/Radar Jogja )

PSS Sleman melihat League Cup 2026/2027 bukan sekadar turnamen pelengkap di tengah padatnya kalender kompetisi. Bagi pelatih Pieter Huistra, ajang tersebut justru menjadi kesempatan emas untuk memberi panggung kepada para pemain muda sekaligus menjaga kebugaran skuad utama sepanjang musim.

Dengan bergulirnya Super League dan League Cup secara bersamaan, PSS dipastikan akan menjalani jadwal yang lebih padat dibanding musim-musim sebelumnya. Kondisi itu membuat rotasi pemain menjadi kebutuhan, bukan lagi sekadar pilihan.

Huistra menilai League Cup dapat dimanfaatkan untuk memberikan menit bermain kepada pemain-pemain muda yang selama ini menunggu kesempatan tampil di level senior. Selain menambah jam terbang, kompetisi tersebut juga menjadi sarana evaluasi bagi tim pelatih dalam melihat kesiapan mereka menghadapi persaingan di kasta tertinggi.

“Di League Cup juga akan ada aturan yang berbeda terkait pemain asing. Pasalnya, klub-klub Championship juga akan berpartisipasi dalam League Cup, sementara mereka hanya diperbolehkan memiliki tiga pemain asing,” ujar Huistra, Kamis (30/7/2026).

Menurut pelatih asal Belanda itu, League Cup juga menjadi panggung bagi para pemain pelapis untuk membuktikan kualitasnya. Dalam musim yang panjang, setiap pemain dituntut selalu siap karena kesempatan bisa datang kapan saja, terutama ketika tim menghadapi jadwal padat atau dihantam badai cedera.

Dengan memberi menit bermain kepada pemain muda dan pelapis, PSS berharap kedalaman skuad tetap terjaga tanpa harus membebani pemain inti sepanjang kompetisi.

Meski demikian, Huistra mengaku masih menunggu kepastian regulasi League Cup sebelum menentukan komposisi skuad yang akan diturunkan. Pasalnya, keikutsertaan klub-klub Championship membuat aturan mengenai penggunaan pemain asing diperkirakan berbeda dengan Super League.

Karena itu, tim pelatih belum bisa memastikan apakah akan menurunkan kekuatan terbaik atau memberi porsi lebih besar kepada pemain muda. Semua keputusan akan disesuaikan dengan regulasi resmi yang nantinya diterbitkan penyelenggara kompetisi.

“Jadi, kemungkinan akan ada perubahan atau penyesuaian aturan untuk League Cup,” jelasnya.

Terlepas dari aturan yang akan diterapkan, League Cup dipandang sebagai momentum penting dalam proses regenerasi PSS. Kompetisi ini memberi kesempatan bagi talenta muda untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif sekaligus membangun mental bertanding sebelum mendapat kepercayaan tampil reguler di Super League.

Selain itu, menghadapi lawan dari dua kasta kompetisi yang berbeda akan menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda. Mereka dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai karakter permainan, mulai dari klub-klub Championship yang mengandalkan semangat juang tinggi hingga tim-tim Super League dengan kualitas individu yang lebih baik.

Bagi PSS, keberhasilan League Cup tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari seberapa jauh kompetisi tersebut mampu melahirkan pemain-pemain muda yang siap bersaing di tim utama. Jika dimanfaatkan secara maksimal, turnamen ini bisa menjadi fondasi penting bagi regenerasi Super Elang Jawa dalam beberapa musim ke depan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *