Di sepak bola modern, kontribusi seorang pemain tak selalu diukur dari banyaknya gol. Hal itu tergambar dari performa Riyatno Abiyoso bersama PSIM Jogja sepanjang Super League 2025/2026. Meski hanya mencetak satu gol, winger berusia 27 tahun itu tetap menjadi salah satu pemain lokal yang memberi warna dalam permainan Laskar Mataram.
Abiyoso mengakhiri musim dengan 22 penampilan dan mencatatkan sekitar 1.111 menit bermain. Dari jumlah tersebut, ia menyumbangkan 1 gol dan 2 assist, serta 13 kali dipercaya sebagai starter sebelum beberapa kali tampil sebagai pemain pengganti.
Jika melihat angka semata, statistik tersebut memang tidak terlalu mencolok. Namun, peran Abiyoso di lapangan jauh lebih besar daripada sekadar urusan mencetak gol.
Kecepatan, mobilitas, dan keberaniannya melakukan duel satu lawan satu menjadi senjata yang kerap dimanfaatkan tim pelatih untuk membongkar pertahanan lawan. Beroperasi di sisi kiri penyerangan, pemain bernomor punggung 27 itu beberapa kali menjadi pemicu transisi cepat PSIM saat menyerang.
Dua assist yang dibukukannya juga menunjukkan bahwa Abiyoso lebih sering berperan sebagai kreator daripada finisher. Dengan rata-rata 0,16 assist per 90 menit, kontribusinya dalam menciptakan peluang tergolong baik dibanding banyak pemain dengan posisi serupa di kompetisi.
Gol tunggal yang dicetaknya memang belum cukup menggambarkan kualitas permainan Abiyoso. Namun, kehadirannya memberi dimensi berbeda bagi lini depan PSIM. Ia mampu membuka ruang melalui pergerakan tanpa bola, membantu aliran serangan dari sayap, sekaligus memaksa lawan lebih waspada terhadap ancaman dari sektor kiri.
Kontribusinya terhadap raihan poin juga tidak selalu hadir dalam bentuk statistik. Pada sejumlah pertandingan, Abiyoso menjadi pemain yang mampu mengubah tempo permainan setelah masuk dari bangku cadangan. Energinya di babak kedua beberapa kali membantu PSIM mempertahankan tekanan hingga akhir laga.
Kemampuannya bermain sebagai winger maupun gelandang serang membuat Abiyoso menjadi salah satu opsi taktis yang cukup fleksibel. Karakter seperti ini sangat dibutuhkan dalam kompetisi panjang, ketika rotasi pemain menjadi bagian penting menjaga konsistensi performa tim.
Musim 2025/2026 memang belum menjadi musim paling produktif dalam kariernya. Namun, catatan 22 pertandingan, 1 gol, dan 2 assist memperlihatkan bahwa Abiyoso tetap memiliki peran sebagai pelapis berkualitas yang siap menjalankan berbagai tugas sesuai kebutuhan tim.
Memasuki Super League 2026/2027, tantangan Abiyoso dipastikan semakin besar seiring hadirnya sejumlah wajah baru di skuad PSIM. Persaingan di sektor sayap bakal semakin ketat. Namun, dengan pengalaman yang dimiliki dan kemampuannya bermain dalam berbagai skema, Abiyoso masih memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain lokal yang terus diperhitungkan di Laskar Mataram.
















